Ruang kelas tak lagi jadi satu-satunya tempat belajar bagi siswa-siswi kelas XI Jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) SMK Pembangunan Candipuro. Mereka kini langsung mempraktikkan ilmu Layanan Lembaga Perbankan dan Keuangan Mikro (LLPKM) dengan berperan sebagai teller bank di bank mini sekolah
Praktik “role playing” ini dirancang untuk mensimulasikan operasional bank secara nyata, melatih keterampilan esensial yang dibutuhkan di dunia kerja. Para siswa secara bergantian melayani berbagai transaksi keuangan, mulai dari setoran, penarikan tunai, hingga transfer uang. Nasabahnya? Tak lain adalah teman-teman satu sekolah dan para guru.
“Tujuannya jelas, agar siswa tidak hanya paham teori, tapi juga merasakan langsung tantangan dan tanggung jawab menjadi seorang teller,” kata Ibu Dora, guru mata pelajaran konsentrasi AKL (LLPKM). “Di sini mereka belajar ketelitian, kecepatan, dan yang tak kalah penting, cara berkomunikasi yang efektif dan ramah.”
Selama praktik, siswa harus memastikan setiap transaksi tercatat dengan akurat dan cekatan. Mereka juga dilatih untuk menjaga kerahasiaan data nasabah dan menangani situasi yang mungkin muncul, seperti perbedaan jumlah uang atau pertanyaan dari nasabah.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar tugas sekolah, tapi juga jembatan untuk memahami dunia kerja. Melalui simulasi ini, siswa SMK Pembangunan Candipuro diharapkan lulus dengan bekal yang lebih matang, siap bersaing di industri perbankan dan keuangan.
Ruang kelas tak lagi jadi satu-satunya tempat belajar bagi siswa-siswi kelas XI Jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) SMK Pembangunan Candipuro. Mereka kini langsung mempraktikkan ilmu Layanan Lembaga Perbankan dan Keuangan Mikro (LLPKM) dengan berperan sebagai teller bank di bank mini sekolah
Praktik “role playing” ini dirancang untuk mensimulasikan operasional bank secara nyata, melatih keterampilan esensial yang dibutuhkan di dunia kerja. Para siswa secara bergantian melayani berbagai transaksi keuangan, mulai dari setoran, penarikan tunai, hingga transfer uang. Nasabahnya? Tak lain adalah teman-teman satu sekolah dan para guru.
“Tujuannya jelas, agar siswa tidak hanya paham teori, tapi juga merasakan langsung tantangan dan tanggung jawab menjadi seorang teller,” kata Ibu Dora, guru mata pelajaran konsentrasi AKL (LLPKM). “Di sini mereka belajar ketelitian, kecepatan, dan yang tak kalah penting, cara berkomunikasi yang efektif dan ramah.”
Selama praktik, siswa harus memastikan setiap transaksi tercatat dengan akurat dan cekatan. Mereka juga dilatih untuk menjaga kerahasiaan data nasabah dan menangani situasi yang mungkin muncul, seperti perbedaan jumlah uang atau pertanyaan dari nasabah.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar tugas sekolah, tapi juga jembatan untuk memahami dunia kerja. Melalui simulasi ini, siswa SMK Pembangunan Candipuro diharapkan lulus dengan bekal yang lebih matang, siap bersaing di industri perbankan dan keuangan.
“Akting bukanlah tentang menjadi orang yang berbeda, tapi tentang menemukan kesamaan dalam apa yang terlihat berbeda.”
— Meryl Streep
CerdasKreatifKompeten