SMK Pembangunan Candipuro

SMK PEMBANGUNAN CANDIPURO

2025

Stop Jadi Konsumen! Pengawas SMK Pembangunan Candipuro Dorong Siswa Jadi Bos di TikTok & YouTube

Candipuro, 15 Oktober 2025

Siswa-siswi SMK Pembangunan Candipuro mendapatkan motivasi berharga mengenai peluang besar di dunia bisnis digital. Dalam sesi motivasi yang diadakan pada Rabu, 15 Oktober 2025, Pengawas SMK Pembangunan Candipuro, Bapak Sukur Basuki, S.E., M.M., mendorong para siswa untuk bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi pelaku bisnis yang memanfaatkan penuh kekuatan media sosial seperti TikTok dan YouTube.

Bapak Sukur hadir untuk memberikan pencerahan bahwa di era digital saat ini, media sosial telah berevolusi menjadi etalase dan pasar yang sangat potensial untuk berbisnis. Beliau menegaskan bahwa siswa SMK perlu mengubah cara pandang mereka terhadap platform digital. Beliau mendorong mereka untuk mengubah kebiasaan konsumtif menjadi produktif. Siswa tidak seharusnya hanya menjadi penonton dan pembeli produk, tetapi harus menjadi pencipta nilai dan pemilik bisnis itu sendiri.

Motivasi dari Bapak Sukur ini disambut antusias oleh seluruh siswa. Beliau berharap dorongan ini akan menginspirasi lebih banyak siswa SMK Pembangunan Candipuro untuk berani memulai langkah sebagai digitalpreneur muda. Beliau menutup sesi dengan harapan agar para siswa dapat mengubah aktivitas scroll di media sosial menjadi skill yang menghasilkan, serta mengubah waktu luang menjadi modal bisnis.  -AR

Siswa-siswi SMK Pembangunan Candipuro mendapatkan motivasi berharga mengenai peluang besar di dunia bisnis digital. Dalam sesi motivasi yang diadakan pada Rabu, 15 Oktober 2025, Pengawas SMK Pembangunan Candipuro, Bapak Sukur Basuki, S.E., M.M., mendorong para siswa untuk bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi pelaku bisnis yang memanfaatkan penuh kekuatan media sosial seperti TikTok dan YouTube.

Bapak Sukur hadir untuk memberikan pencerahan bahwa di era digital saat ini, media sosial telah berevolusi menjadi etalase dan pasar yang sangat potensial untuk berbisnis. Beliau menegaskan bahwa siswa SMK perlu mengubah cara pandang mereka terhadap platform digital. Beliau mendorong mereka untuk mengubah kebiasaan konsumtif menjadi produktif. Siswa tidak seharusnya hanya menjadi penonton dan pembeli produk, tetapi harus menjadi pencipta nilai dan pemilik bisnis itu sendiri.

Motivasi dari Bapak Sukur ini disambut antusias oleh seluruh siswa. Beliau berharap dorongan ini akan menginspirasi lebih banyak siswa SMK Pembangunan Candipuro untuk berani memulai langkah sebagai digitalpreneur muda. Beliau menutup sesi dengan harapan agar para siswa dapat mengubah aktivitas scroll di media sosial menjadi skill yang menghasilkan, serta mengubah waktu luang menjadi modal bisnis.  -AR

Keahlian praktik kalian di SMK adalah hardware-nya, sedangkan platform digital seperti TikTok adalah software pemasarannya. Jangan cuma jadi penonton. Ubah skill kalian menjadi konten, dan ubah konten itu menjadi omzet. Di era ini, jualan itu bukan lagi di toko fisik, tapi di layar smartphone!” – Sandiaga Uno

CerdasKreatifKompeten

Keahlian praktik kalian di SMK adalah hardware-nya, sedangkan platform digital seperti TikTok adalah software pemasarannya. Jangan cuma jadi penonton. Ubah skill kalian menjadi konten, dan ubah konten itu menjadi omzet. Di era ini, jualan itu bukan lagi di toko fisik, tapi di layar smartphone!” 
Sandiaga Uno

CerdasKreatifKompeten

Bagikan :

Siswa-siswi SMK Pembangunan Candipuro mendapatkan motivasi berharga mengenai peluang besar di dunia bisnis digital. Dalam sesi motivasi yang diadakan pada Rabu, 15 Oktober 2025, Pengawas SMK Pembangunan Candipuro, Bapak Sukur Basuki, S.E., M.M., mendorong para siswa untuk bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi pelaku bisnis yang memanfaatkan penuh kekuatan media sosial seperti TikTok dan YouTube.

Bapak Sukur hadir untuk memberikan pencerahan bahwa di era digital saat ini, media sosial telah berevolusi menjadi etalase dan pasar yang sangat potensial untuk berbisnis. Beliau menegaskan bahwa siswa SMK perlu mengubah cara pandang mereka terhadap platform digital. Beliau mendorong mereka untuk mengubah kebiasaan konsumtif menjadi produktif. Siswa tidak seharusnya hanya menjadi penonton dan pembeli produk, tetapi harus menjadi pencipta nilai dan pemilik bisnis itu sendiri.

Motivasi dari Bapak Sukur ini disambut antusias oleh seluruh siswa. Beliau berharap dorongan ini akan menginspirasi lebih banyak siswa SMK Pembangunan Candipuro untuk berani memulai langkah sebagai digitalpreneur muda. Beliau menutup sesi dengan harapan agar para siswa dapat mengubah aktivitas scroll di media sosial menjadi skill yang menghasilkan, serta mengubah waktu luang menjadi modal bisnis.

Bagikan :