2026

Dari Jadi MC Nikahan Hingga Skena Fest, Intip Keseruan Ujian Praktik 'Multi-Talenta' di SMK Pembangunan Candipuro

Lumajang, 14 Februari 2026

Kemeriahan menyelimuti halaman SMK Pembangunan Candipuro hari ini. Mengusung tema kekinian “Skena Fest”, para siswa kelas XII menyulap area sekolah menjadi pasar kreatif yang menjajakan aneka jajanan. Bazar ini merupakan puncak dari rangkaian ujian praktik yang menguji kesiapan siswa sebelum terjun ke dunia nyata.
“Skena Fest bukan cuma soal jualan, tapi soal bagaimana kita mengemas produk dan menghadapi pelanggan dengan gaya masa kini,” ujar salah satu siswa di sela kesibukannya melayani pembeli.
Namun, tantangan siswa tidak hanya berhenti di urusan kuliner. Sejak kemarin, mereka telah “dihajar” dengan berbagai ujian praktik yang menguras kemampuan teknis dan mental, di antaranya:
* Pelestarian Budaya: Dalam ujian Bahasa Jawa, siswa ditantang menjadi Pranatacara atau pembawa acara pernikahan adat Jawa yang penuh tata krama.
* Kesiapan Kerja: Melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia, simulasi melamar pekerjaan dilakukan secara profesional untuk melatih mental menghadapi rekrutmen perusahaan.
* Logika & Konstruksi: Mapel Matematika hadir dengan cara unik, yakni menuntut siswa menghitung dan merakit rak buku secara presisi.
* Sains Terapan: Tak ketinggalan, melalui Projek IPAS, para siswa mempraktikkan pengawetan makanan dengan pembuatan telur asin.
Rangkaian ujian yang variatif ini membuktikan bahwa siswa SMK Pembangunan Candipuro tidak hanya mahir dalam satu bidang, tapi juga siap menjadi pribadi yang serba bisa (versatile). Mulai dari menjaga tradisi, berbisnis, hingga penguasaan teknologi terapan, semuanya dirangkum dalam satu momentum ujian praktik yang berkesan. -AR

Kemeriahan menyelimuti halaman SMK Pembangunan Candipuro hari ini. Mengusung tema kekinian “Skena Fest”, para siswa kelas XII menyulap area sekolah menjadi pasar kreatif yang menjajakan aneka jajanan. Bazar ini merupakan puncak dari rangkaian ujian praktik yang menguji kesiapan siswa sebelum terjun ke dunia nyata.
“Skena Fest bukan cuma soal jualan, tapi soal bagaimana kita mengemas produk dan menghadapi pelanggan dengan gaya masa kini,” ujar salah satu siswa di sela kesibukannya melayani pembeli.
Namun, tantangan siswa tidak hanya berhenti di urusan kuliner. Sejak kemarin, mereka telah “dihajar” dengan berbagai ujian praktik yang menguras kemampuan teknis dan mental, di antaranya:
* Pelestarian Budaya: Dalam ujian Bahasa Jawa, siswa ditantang menjadi Pranatacara atau pembawa acara pernikahan adat Jawa yang penuh tata krama.
* Kesiapan Kerja: Melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia, simulasi melamar pekerjaan dilakukan secara profesional untuk melatih mental menghadapi rekrutmen perusahaan.
* Logika & Konstruksi: Mapel Matematika hadir dengan cara unik, yakni menuntut siswa menghitung dan merakit rak buku secara presisi.
* Sains Terapan: Tak ketinggalan, melalui Projek IPAS, para siswa mempraktikkan pengawetan makanan dengan pembuatan telur asin.
Rangkaian ujian yang variatif ini membuktikan bahwa siswa SMK Pembangunan Candipuro tidak hanya mahir dalam satu bidang, tapi juga siap menjadi pribadi yang serba bisa (versatile). Mulai dari menjaga tradisi, berbisnis, hingga penguasaan teknologi terapan, semuanya dirangkum dalam satu momentum ujian praktik yang berkesan. -AR

SMK PEMBANGUNAN CANDIPURO !!

CerdasKreatifKompeten

SMK PEMBANGUNAN CANDIPURO !!

CerdasKreatifKompeten

Bagikan :

Siswa-siswi SMK Pembangunan Candipuro mendapatkan motivasi berharga mengenai peluang besar di dunia bisnis digital. Dalam sesi motivasi yang diadakan pada Rabu, 15 Oktober 2025, Pengawas SMK Pembangunan Candipuro, Bapak Sukur Basuki, S.E., M.M., mendorong para siswa untuk bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi pelaku bisnis yang memanfaatkan penuh kekuatan media sosial seperti TikTok dan YouTube.

Bapak Sukur hadir untuk memberikan pencerahan bahwa di era digital saat ini, media sosial telah berevolusi menjadi etalase dan pasar yang sangat potensial untuk berbisnis. Beliau menegaskan bahwa siswa SMK perlu mengubah cara pandang mereka terhadap platform digital. Beliau mendorong mereka untuk mengubah kebiasaan konsumtif menjadi produktif. Siswa tidak seharusnya hanya menjadi penonton dan pembeli produk, tetapi harus menjadi pencipta nilai dan pemilik bisnis itu sendiri.

Motivasi dari Bapak Sukur ini disambut antusias oleh seluruh siswa. Beliau berharap dorongan ini akan menginspirasi lebih banyak siswa SMK Pembangunan Candipuro untuk berani memulai langkah sebagai digitalpreneur muda. Beliau menutup sesi dengan harapan agar para siswa dapat mengubah aktivitas scroll di media sosial menjadi skill yang menghasilkan, serta mengubah waktu luang menjadi modal bisnis.

Bagikan :