2025

Lahan Subur, Siswa Makmur: Inovasi Berkebun di SMK Pembangunan Candipuro

Candipuro, 26 Desember 2025
WhatsApp Image 2025-12-23 at 08.27.35 (1)
sumber : ꦮꦂꦠ smkpc media center

Kegiatan berkebun cabai dilaksanakan di lingkungan SMK Pembangunan Candipuro sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual yang mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta didik. Lahan sekolah yang tersedia dimanfaatkan secara optimal oleh siswa dan guru untuk melakukan budi daya cabai secara sederhana namun terencana. Kegiatan ini mendapat sambutan positif karena melibatkan siswa secara langsung sejak proses pengolahan tanah hingga perawatan tanaman.

Kepala SMK Pembangunan Candipuro, Ibu Sumiati, S.E., M.Pd., menyampaikan bahwa tanah yang dimiliki sekolah sangat subur dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. “Tanah yang kita punya sangat subur, tidak salah kalau kita maksimalkan dengan cara budi daya cabai,” ujarnya. Menurut beliau, pemanfaatan lahan sekolah bukan hanya menghasilkan tanaman, tetapi juga memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam memahami proses usaha dari hal-hal sederhana di sekitar mereka.

Lebih lanjut, Ibu Sumiati menegaskan bahwa kegiatan berkebun cabai ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk berpikir kreatif dan mandiri. Melalui praktik langsung, siswa diajak memahami bahwa peluang usaha tidak harus selalu dimulai dari skala besar. Dengan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar, usaha kecil pun dapat tumbuh dan memberikan nilai ekonomi jika dikelola dengan baik dan konsisten.

Melalui kegiatan ini, SMK Pembangunan Candipuro berharap dapat menanamkan sikap produktif, kerja keras, dan kepekaan terhadap peluang usaha sejak dini. Berkebun cabai di sekolah tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga langkah nyata dalam membentuk karakter wirausaha pada peserta didik agar kelak mampu melihat peluang dan berani memulai usaha dari lingkungan terdekat mereka. -MIH

Kegiatan berkebun cabai dilaksanakan di lingkungan SMK Pembangunan Candipuro sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual yang mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta didik. Lahan sekolah yang tersedia dimanfaatkan secara optimal oleh siswa dan guru untuk melakukan budi daya cabai secara sederhana namun terencana. Kegiatan ini mendapat sambutan positif karena melibatkan siswa secara langsung sejak proses pengolahan tanah hingga perawatan tanaman.

Kepala SMK Pembangunan Candipuro, Ibu Sumiati, S.E., M.Pd., menyampaikan bahwa tanah yang dimiliki sekolah sangat subur dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. “Tanah yang kita punya sangat subur, tidak salah kalau kita maksimalkan dengan cara budi daya cabai,” ujarnya. Menurut beliau, pemanfaatan lahan sekolah bukan hanya menghasilkan tanaman, tetapi juga memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam memahami proses usaha dari hal-hal sederhana di sekitar mereka.

Lebih lanjut, Ibu Sumiati menegaskan bahwa kegiatan berkebun cabai ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk berpikir kreatif dan mandiri. Melalui praktik langsung, siswa diajak memahami bahwa peluang usaha tidak harus selalu dimulai dari skala besar. Dengan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar, usaha kecil pun dapat tumbuh dan memberikan nilai ekonomi jika dikelola dengan baik dan konsisten.

Melalui kegiatan ini, SMK Pembangunan Candipuro berharap dapat menanamkan sikap produktif, kerja keras, dan kepekaan terhadap peluang usaha sejak dini. Berkebun cabai di sekolah tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga langkah nyata dalam membentuk karakter wirausaha pada peserta didik agar kelak mampu melihat peluang dan berani memulai usaha dari lingkungan terdekat mereka. -MIH

Banyak orang mengira biji cabai adalah bagian terpedas. Faktanya, bagian paling pedas adalah membran putih (plasenta) tempat biji menempel. Biji terasa pedas hanya karena mereka bersentuhan langsung dengan membran yang kaya akan kapsaisin tersebut

CerdasKreatifKompeten

Banyak orang mengira biji cabai adalah bagian terpedas. Faktanya, bagian paling pedas adalah membran putih (plasenta) tempat biji menempel. Biji terasa pedas hanya karena mereka bersentuhan langsung dengan membran yang kaya akan kapsaisin tersebu

CerdasKreatifKompeten

Bagikan :

Bagikan :