Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu sore (19/11) sekitar pukul 16.00 WIB memang membawa dampak besar, terutama terputusnya akses utama Lumajang-Malang via Pronojiwo. Namun, pemandangan pagi di SMK Pembangunan Candipuro hari ini menunjukkan ketangguhan luar biasa dari generasi muda Lumajang.
Meski begitu, siswa-siswi SMK Pembangunan tetap datang ke sekolah dengan seragam rapi dan wajah penuh semangat. Mereka membuktikan bahwa bencana alam tidak mampu memadamkan tekad untuk meraih pendidikan.
Fokus semangat bersekolah ini sayangnya harus terbagi dengan keprihatinan terhadap beberapa rekan mereka. Erupsi kemarin menyebabkan jalur vital, termasuk akses ke wilayah Pronojiwo, tertutup total. Akibatnya, sejumlah siswa SMK Pembangunan yang tinggal di daerah Pronojiwo tidak dapat hadir di sekolah.
Guru Produktif Teknik Pemesinan, Bapak Didik Hermanto, menyampaikan, “Ada beberapa siswa kami dari Pronojiwo yang hari ini terpaksa absen karena akses jalan tidak memungkinkan. Kami sangat prihatin, namun kami bangga dengan yang hadir hari ini. Ini adalah bukti bahwa semangat belajar anak-anak kami jauh lebih kuat dari material vulkanik.”
Kisah siswa-siswi SMK Pembangunan Candipuro ini menjadi mercusuar harapan dan ketangguhan. Meskipun beberapa rekan mereka dari Pronojiwo harus absen karena akses jalan yang terputus total, semangat belajar yang ditunjukkan oleh siswa yang hadir membuktikan bahwa tekad meraih masa depan tidak mudah digoyahkan oleh erupsi. -AR
Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu sore (19/11) sekitar pukul 16.00 WIB memang membawa dampak besar, terutama terputusnya akses utama Lumajang-Malang via Pronojiwo. Namun, pemandangan pagi di SMK Pembangunan Candipuro hari ini menunjukkan ketangguhan luar biasa dari generasi muda Lumajang.
Meski begitu, siswa-siswi SMK Pembangunan tetap datang ke sekolah dengan seragam rapi dan wajah penuh semangat. Mereka membuktikan bahwa bencana alam tidak mampu memadamkan tekad untuk meraih pendidikan.
Fokus semangat bersekolah ini sayangnya harus terbagi dengan keprihatinan terhadap beberapa rekan mereka. Erupsi kemarin menyebabkan jalur vital, termasuk akses ke wilayah Pronojiwo, tertutup total. Akibatnya, sejumlah siswa SMK Pembangunan yang tinggal di daerah Pronojiwo tidak dapat hadir di sekolah.
Guru Produktif Teknik Pemesinan, Bapak Didik Hermanto, menyampaikan, “Ada beberapa siswa kami dari Pronojiwo yang hari ini terpaksa absen karena akses jalan tidak memungkinkan. Kami sangat prihatin, namun kami bangga dengan yang hadir hari ini. Ini adalah bukti bahwa semangat belajar anak-anak kami jauh lebih kuat dari material vulkanik.”
Kisah siswa-siswi SMK Pembangunan Candipuro ini menjadi mercusuar harapan dan ketangguhan. Meskipun beberapa rekan mereka dari Pronojiwo harus absen karena akses jalan yang terputus total, semangat belajar yang ditunjukkan oleh siswa yang hadir membuktikan bahwa tekad meraih masa depan tidak mudah digoyahkan oleh erupsi. -AR
Puncak Tertinggi di Pulau Jawa: Semeru, dengan puncaknya yang disebut Mahameru, berdiri tegak setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), menjadikannya gunung tertinggi di Pulau Jawa.
CerdasKreatifKompeten
Puncak Tertinggi di Pulau Jawa: Semeru, dengan puncaknya yang disebut Mahameru, berdiri tegak setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), menjadikannya gunung tertinggi di Pulau Jawa.
CerdasKreatifKompeten