Ruang kelas tak lagi jadi satu-satunya tempat belajar bagi siswa-siswi kelas XI Jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) SMK Pembangunan Candipuro. Mereka kini langsung mempraktikkan ilmu Layanan Lembaga Perbankan dan Keuangan Mikro (LLPKM) dengan berperan sebagai teller bank di bank mini sekolah. Praktik “role playing” ini dirancang untuk mensimulasikan operasional bank secara nyata, melatih keterampilan esensial yang dibutuhkan di dunia kerja. Para siswa secara bergantian melayani berbagai transaksi keuangan, mulai dari setoran, penarikan tunai, hingga transfer uang. Nasabahnya? Tak lain adalah teman-teman satu sekolah dan para guru. “Tujuannya jelas, agar siswa tidak hanya paham teori, tapi juga merasakan langsung tantangan dan tanggung jawab menjadi seorang teller,” kata Ibu Dora, guru mata pelajaran konsentrasi AKL (LLPKM). “Di sini mereka belajar ketelitian, kecepatan, dan yang tak kalah penting, cara berkomunikasi yang efektif dan ramah.” Selama praktik, siswa harus memastikan setiap transaksi tercatat dengan akurat dan cekatan. Mereka juga dilatih untuk menjaga kerahasiaan data nasabah dan menangani situasi yang mungkin muncul, seperti perbedaan jumlah uang atau pertanyaan dari nasabah. Kegiatan ini bukan hanya sekadar tugas sekolah, tapi juga jembatan untuk memahami dunia kerja. Melalui simulasi ini, siswa SMK Pembangunan Candipuro diharapkan lulus dengan bekal yang lebih matang, siap bersaing di industri perbankan dan keuangan.

SMKS Pembangunan Candipuro mengambil langkah maju dalam inovasi pendidikan kejuruan dengan menggelar acara pengimbasan materi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang berfokus pada Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan implementasi 8 Dimensi Profil Lulusan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 21 dan 22 Agustus 2025, dan diikuti oleh seluruh guru mata pelajaran.

Acara ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan intensif yang diikuti oleh perwakilan guru di tingkat nasional. Tujuannya jelas, yaitu menyelaraskan pemahaman seluruh staf pengajar dalam merancang kurikulum yang tidak hanya relevan, tetapi juga mampu mencetak lulusan dengan kompetensi global. Komitmen untuk Masa Depan

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Ibu Sumiati, SE., M.Pd menyampaikan optimisme dan komitmen sekolah dalam menyiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan.

“Di SMKS Pembangunan Candipuro, kita tidak hanya mengajarkan siswa untuk mengikuti perkembangan zaman, tapi juga untuk menjadi bagian dari perkembangan itu sendiri,” ujarnya. “Pengimbasan ini adalah bukti kolaborasi dan semangat belajar yang terus hidup di antara kita. Saya yakin, dengan pemahaman yang sama, kita bisa menciptakan RPP yang tidak hanya sekadar dokumen, tetapi sebuah peta jalan untuk membentuk lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap berinovasi.”

Mengintegrasikan Teori dan Praktik dalam RPP Dipandu oleh guru-guru fasilitator, sesi ini mengupas tiga aspek utama dalam penyusunan RPP: Prinsip Pembelajaran, Pengalaman Belajar, dan Kerangka Pembelajaran.

  • Prinsip Pembelajaran ditekankan pada pendekatan yang berpusat pada siswa, di mana guru berperan sebagai fasilitator yang memandu eksplorasi dan pemecahan masalah.
  • Pengalaman Belajar dirancang untuk bersifat otentik dan aplikatif. Misalnya, dalam unit pembelajaran tentang kecerdasan buatan, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga diajak untuk menyelesaikan studi kasus dari industri nyata, seperti merancang model pengenalan gambar untuk deteksi hama pada tanaman.
  • Kerangka Pembelajaran menjadi panduan untuk menyusun alur yang logis dan terstruktur, mulai dari asesmen diagnostik di awal, kegiatan inti yang interaktif, hingga evaluasi formatif dan sumatif.

Membentuk Lulusan Holistik dengan 8 Dimensi Profil Inti dari pengimbasan ini adalah bagaimana setiap RPP dapat menjadi wadah untuk mengasah 8 Dimensi Profil Lulusan yang kini menjadi tolok ukur kompetensi global. Kedelapan dimensi tersebut tidak hanya mencakup Kompetensi Teknis, tetapi juga Kompetensi Non-Teknis (soft skills).

Pengimbasan ini diharapkan menjadi langkah strategis SMKS Pembangunan Candipuro dalam mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki karakter dan kemampuan adaptif yang kuat.

” Indonesia tidak akan bisa menjadi bangsa yang kuat, bila sumber daya manusianya tidak sehat “
Kementerian Kesehatan RI

SMK Pembangunan Candipuro

” Indonesia tidak akan bisa menjadi bangsa yang kuat, bila sumber daya manusianya tidak sehat.”
— Kementerian Kesehatan RI

Masa Depan Sehat Dimulai dari Sekarang : Puskesmas Candipuro Ajak Siswa SMK Pembangunan Jaga Diri

Candipuro, 25 Agustus 2025
WhatsApp Image 2025-09-19 at 12.42.14
sumber : ꦮꦂꦠ smkpc media center

Puskesmas Candipuro melaksanakan kegiatan skrining kesehatan bagi siswa-siswi di SMK Pembangunan Candipuro pada hari ini. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini masalah kesehatan pada remaja serta mempromosikan gaya hidup sehat di lingkungan sekolah.

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah ini melibatkan seluruh siswa dan siswi dari berbagai tingkat kelas. Para petugas kesehatan dari Puskesmas Candipuro, yang terdiri dari dokter, perawat, dan ahli gizi, melakukan serangkaian pemeriksaan, antara lain pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan mata, dan gigi. Selain itu, para siswa juga diberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan nutrisi seimbang.

Kepala Puskesmas Candipuro, Bapak Dr. Budi Santoso, menyatakan bahwa kegiatan skrining ini merupakan program rutin yang dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Puskesmas dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan remaja. “Kami berharap, melalui kegiatan ini, para siswa dapat lebih menyadari kondisi kesehatan mereka dan mengambil langkah preventif jika ditemukan masalah,” ujarnya.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini. Kepala SMK Pembangunan Candipuro, Ibu Retno Kusuma, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian Puskesmas Candipuro. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami. Selain pemeriksaan, edukasi yang diberikan juga sangat penting untuk membentuk kebiasaan sehat sejak dini,” katanya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara Puskesmas dan pihak sekolah dapat terus terjalin untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat secara fisik dan mental.

Puskesmas Candipuro melaksanakan kegiatan skrining kesehatan bagi siswa-siswi di SMK Pembangunan Candipuro pada hari ini. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini masalah kesehatan pada remaja serta mempromosikan gaya hidup sehat di lingkungan sekolah.

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah ini melibatkan seluruh siswa dan siswi dari berbagai tingkat kelas. Para petugas kesehatan dari Puskesmas Candipuro, yang terdiri dari dokter, perawat, dan ahli gizi, melakukan serangkaian pemeriksaan, antara lain pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan mata, dan gigi. Selain itu, para siswa juga diberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan nutrisi seimbang.

Kepala Puskesmas Candipuro, Bapak Dr. Budi Santoso, menyatakan bahwa kegiatan skrining ini merupakan program rutin yang dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Puskesmas dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan remaja. “Kami berharap, melalui kegiatan ini, para siswa dapat lebih menyadari kondisi kesehatan mereka dan mengambil langkah preventif jika ditemukan masalah,” ujarnya.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini. Kepala SMK Pembangunan Candipuro, Ibu Retno Kusuma, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian Puskesmas Candipuro. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami. Selain pemeriksaan, edukasi yang diberikan juga sangat penting untuk membentuk kebiasaan sehat sejak dini,” katanya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara Puskesmas dan pihak sekolah dapat terus terjalin untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat secara fisik dan mental.

SMK PEMBANGUNAN CANDIPURO !!

CerdasKreatifKompeten

SMK PEMBANGUNAN CANDIPURO !!

CerdasKreatifKompeten

Bagikan :

Bagikan :