Siswa kelas XI SMK Pembangunan Candipuro melaksanakan kegiatan pembuatan iklan produk sabun cuci piring hasil karya sendiri dalam pembelajaran kokurikuler Bahasa Indonesia. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pembelajaran kreatif yang menggabungkan kemampuan berbahasa, kerja sama tim, dan keterampilan berwirausaha. Melalui kegiatan tersebut, para siswa belajar menyusun konsep iklan yang menarik serta mampu menyampaikan pesan promosi dengan baik kepada masyarakat.
Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya membuat produk sabun cuci piring, tetapi juga merancang video iklan yang kreatif dan mengikuti tren media sosial saat ini. Guru Bahasa Indonesia memanfaatkan kebiasaan siswa yang gemar bermain media sosial sebagai sarana pembelajaran yang lebih positif dan bermanfaat. Dengan cara tersebut, siswa menjadi lebih semangat dalam belajar karena dapat menuangkan ide dan kreativitas mereka melalui konten video promosi.
Proses pembuatan iklan dilakukan secara berkelompok mulai dari menentukan konsep, menulis naskah, pengambilan video, hingga proses editing. Berbagai ide menarik dan lucu ditampilkan siswa agar iklan terlihat lebih unik dan mampu menarik perhatian penonton. Selain melatih kemampuan berbicara dan komunikasi, kegiatan ini juga membantu siswa meningkatkan rasa percaya diri saat tampil di depan kamera.
Melalui kegiatan kokurikuler Bahasa Indonesia ini, diharapkan siswa dapat memanfaatkan media sosial secara bijak dan kreatif. Tidak hanya sebagai hiburan, media sosial juga dapat digunakan sebagai sarana belajar, promosi, dan mengembangkan keterampilan di dunia digital. Kegiatan ini mendapat respon positif dari siswa karena dianggap menyenangkan, edukatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman saat ini. -MIH
Siswa kelas XI SMK Pembangunan Candipuro melaksanakan kegiatan pembuatan iklan produk sabun cuci piring hasil karya sendiri dalam pembelajaran kokurikuler Bahasa Indonesia. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pembelajaran kreatif yang menggabungkan kemampuan berbahasa, kerja sama tim, dan keterampilan berwirausaha. Melalui kegiatan tersebut, para siswa belajar menyusun konsep iklan yang menarik serta mampu menyampaikan pesan promosi dengan baik kepada masyarakat.
Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya membuat produk sabun cuci piring, tetapi juga merancang video iklan yang kreatif dan mengikuti tren media sosial saat ini. Guru Bahasa Indonesia memanfaatkan kebiasaan siswa yang gemar bermain media sosial sebagai sarana pembelajaran yang lebih positif dan bermanfaat. Dengan cara tersebut, siswa menjadi lebih semangat dalam belajar karena dapat menuangkan ide dan kreativitas mereka melalui konten video promosi.
Proses pembuatan iklan dilakukan secara berkelompok mulai dari menentukan konsep, menulis naskah, pengambilan video, hingga proses editing. Berbagai ide menarik dan lucu ditampilkan siswa agar iklan terlihat lebih unik dan mampu menarik perhatian penonton. Selain melatih kemampuan berbicara dan komunikasi, kegiatan ini juga membantu siswa meningkatkan rasa percaya diri saat tampil di depan kamera.
Melalui kegiatan kokurikuler Bahasa Indonesia ini, diharapkan siswa dapat memanfaatkan media sosial secara bijak dan kreatif. Tidak hanya sebagai hiburan, media sosial juga dapat digunakan sebagai sarana belajar, promosi, dan mengembangkan keterampilan di dunia digital. Kegiatan ini mendapat respon positif dari siswa karena dianggap menyenangkan, edukatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman saat ini. – MIH
SMK PEMBANGUNAN CANDIPURO !!
CerdasKreatifKompeten